Bicara tentang pertanian organik tentu kita tidak akan pernah bisa melupakan jasa Adolf Elsener atau Agatho Elsener. Pastor kelahiran Swiss yang biasa dipanggil Pater oleh anak buahnya adalah cucu dari pendiri pabrik pisau Victorinox.
foto dari http://bsb-agatho.org/web/
Menurut Pater, istilah yang benar adalah pertanian organis, bukan pertanian organik. Pertanian organis lebih mengarah kepada kesatuan utuh dari bagian-bagian yang semua bekerja sama menuju kepentingan yang sama yaitu terciptanya harmoni. Sehingga pertanian organis bukan sekdaer tidak menggunakan pestisida maupun pupuk kimia saja namun lebih mengarah kepada sikap sereta pandangan hidup.
Organisme di alam terdiri dari manusia, binatang maupun tumbuhan serta makhluk hidup lainnya.
Menurut Pater, lingkungan hidup yang baik hendaknya mengacu kepada kehidupan di hutan. Di hutan tinggal tumbuhan baik yang kecil sampai yang berukuran raksasa. Ada binatang ukuran kutu sampai ke gajah. Semua bisa hidup berdampingan dan saling menguntungkan. Bahkan tumbuhan ataupun hewan yang matipun membawa manfaat bagi yang masih hidup.
Tumbuhan maupun hewan yang hidup di sebuah hutan saling menyesuaikan diri. Mereka menyesuaikan diri dengan sesama makhluk hidup yang lain maupun dengan alamnya. Pertanian modern telah merubah konsep “meniru keseimbangan di hutan” menjadi “mengatur alam” supaya sesuai kemauan kita. Akibatnya tentu jelas. Alam telah “murka”. Kemurkaannya ditunjukkan dengan terjadinya ledakan hama, tanah yang makin kurus, gagal panen dan sebagainya. Solusinya adalah kembali ke alam. Bertani dengan tetap selaras dengan alam dan bukan malah menentangnya
Oleh karena itu, menurut Pater, pertanian selaras alam bukanlah sekedar tidak menggunakan pestisida maupun pupuk kimiawi namun lebih dari itu, lebih kearah sikap untuk bertani dengan memperhatikan komponen alam yang lain (tanah, iklim, organisme lain) sehingga tercipta keseimbangan seperti yang terjadi di hutan.

